
Seperti kamu berlomba berlari dengan ke empat temanmu.
Kalian awali itu dengan senyuman persahabatan.
Saat mulai, Dua temanmu sudah mendahuluimu, sedangkan kamu memulai dengan canda,
Sebelah tangan temanmu sengaja menjatuhkanmu dengan bercanda.
Kamu pun jatuh dengan raut wajah tawa,
Kamu bangkit dengan riang untuk berlari, untuk menyusul ke tiga temanmu.
Mungkin karena diposisi paling belakang, kamu sekarang memiliki semangat melebihi ke tiga temanmu, hanya semangat? apa itu modalmu?
Kamu mulai menyalip temanmu diposisi ke tiga,
Dia terburu-buru ingin menyalip temanmu lainya,
Dan juga takut bila kamu menyalipnya, dia pun terpeleset jatuh.
Kini anda berada diposisi ke tiga.
Kamu terus berlari, dan kamu melihat temanmu yang berada diposisi ke dua,
Dia sangat cepat dan hebat namun karena dia tak berhati-hati dia pun menabrak sebuah pohon besar yg tumbuh ditengah2 jalan (tidak masuk akal ya, hahaha), dia pun terjatuh.
Kini kamu berada diposisi ke dua.
Kamu pun melihat temanmu yg berada di posisi pertama dia hebat, bersemangat, dan cepat, seakan akan dia nanti yang jadi pemenang,
Tapi dia terlena sebelum menyentuh garis finish,
Sehingga kamu menyalipnya dan sekarang kamu jadi pertama,
Kamu berlari sampai akhir dan kamu menang,
Kamu senang? (guling-guling kegirangan bila perlu, hahaha) Kamu mendapat hadiah, (emm Wooow) Hadiah yang paling berharga (Wooooooooooooooooow), sebuah lagu kemenangan yaitu semua sahabatmu yg tadi bersaing denganmu, kini ikut tertawa ria bersamamu, sambil bercerita semua yang tadi sudah kalian alami waktu berlomba.
Bahagiamu memuncak, dan disaat itulah kamu bangun dari mimpimu,
Kamu tersenyum saat pagi, kamu sekarang punya pilihan, pagi ini kamu kembali tidur atau kamu bagi cerita dalam mimpimu itu pada temanmu, walaupun nantinya temanmu meledekmu karena kamu seorang yang lumpuh, yang tk dapat berjalan.
Ngerti itu Pintar, Tapi Pintar Belum Tentu Ngerti.
No comments:
Post a Comment